Sabtu, April 30, 2011

Kata, mereka "menyerang"

Ehm, well, sebagian besar orang Indonesia tau pepatah "Mulutmu Harimaumu". Mungkin dikasih tau di sekolah, sama guru, atau di mesjid sama ustadz, dsb. Dan hari ini, gue membuktikan bahwa hal itu benar.

Bukan berarti biasanya gue nggak percaya, cuman hari ini, tragis.

Sepeda. Merupakan sebuah alat transportasi dua roda yang ditemukan oleh..... blablabla. Oke, tadi siang, gue naik sepeda keliling komplek, buat latian ngeskid and other stuff. Pas gue udah selese, gue balik ke arah rumah gue. Di jalan (bukan di jalan raya depan rumah gue, di pedalaman), gue nemu kayak gini


...


Nggak nemu gambarnya, tapi bentuknya kayak segitiga gitu, kayak huruf A
Iya. A. Anggap lubang yang di tengahnya itu kayak bunderan tapi bentuknya segitiga, yang kita bilang untuk sementara, persegitigaan. Arah gue dari kaki kedua A mau ke puncak A, dan ada polisi tidur. Mohon untuk diingat, gue pake FIXIE yang NGGAK PUNYA SUSPENSI dan kursinya keras. Jadi pas... hmmm, kata yang tepat buat "kena polisi tidur" apa, ya? Oke, gue molisi tidur dan bilang "Dog". Daan, seekor anjing coklat keluar dari garis tengah Persegitigaan, tepatnya DI kiri gue. Dan untungnya, anjingnya masih agak jauh, sekitar 1 meter dari gue. Reflek, ngebut daaaan nggak bisa berhenti, hanya melan.

Kedua, gue dari Tujuh Sebelas (menghindari kata itu dalam Bahasa Inggris. Kurang jelas juga kenapa, banyak orang yang menghindari mengatakan sebuah merek. Gue hanya ngikutin tren), eh ketemu Bagas sama Adit dari BM. Yang belom tau, ini temen SD gue. Aditnya yang gendut-item, no offense, wherever you are. Mereka pake fixie, bareng 2 temennya. Oke, pas gue mau balik (pake fixie), Adit bilang, "Mal, hati-hati, ya. Jangan sampe ketabrak mobil, ye"

"Iye, iye" Jawab gue *cerpen style

Gue pun balik, pengen keluar dari ruko tempat tujuh sebelas berada. Pas gue jalan, Mobil Nissan Grand Livina warna hitam (What happened to trend?) mundur dari parkirannya. Gue tadinya pengen berenti, cuma ada lubang cahaya dalam kegelapan, yeah, a chance of terobos. Gue ngambil kesempatan itu. Dan sang pengendara kuda hitam kematian itu nggak mau ngasih kesempatan itu ke gue segampang itu. Dia maju, nyerempet gue ke mobil sebelah, yang juga warna item (So what gitu-__-). Gue tadinya pengen ngerem (baca:melan) tapi kalo iya, gue keserempet spion. Ehm, eniwei gue akhirnya ngebut dan bebas *horeeee!* Dan ngeskid. Lengkap denga frase "Words, you piss me off sometimes"

Well, dari sini, kita mendapatkan 2 moral,
1. Jangan pernah bermain dengan kata-kata. Karena, "mulutmu Harimaumu", atau "Mulutmu anjingmu", atau mungkin "Mulutmu Nissan Grand Livina Hitam yang dikendarai orang maniak pembenci sepeda yang ingin nyerempetmu ke BMW"

2. Kadang gue salah tentang moral nomer 1

Sekian, terima kasih

Peanut

Senin, April 25, 2011

Fixed

Look at the title. Look at it. Familiar? Hmm... Akhir-akhir ini, kata tersebut identikal dengan "Fixed-gear bicycle" atau "Fixie", bersama sesama jenis sepeda custom lainnya, "Torpedo". Menurut gue, seharusnya ini tidak disamakan. Karena, bayangin seorang eksekutif muda, ngomong ke sekertarisnya, "Jadwal hari ini udah fixie?".

Oke, nggak nyambung

The thing is, fixie atau sepeda custom lainnya (Torpedo, Low-rider) udah menguasai jalanan... Di cfd. Gue berpikir, kalo sepedahan gini banyak pas cfd, kenapa nggak bike to work atau bike to school. Kalo misalnya iya, Jakarta yang tadinya "Kota Polusi", jadi "Kota Sepeda" yang, jujur aja, jauh lebih keren. Apalagi sepeda-sepeda custom yang berkeliaran di jalanan, mewarnai setiap tikungan, jalanan, sekolah, kantor, rumah, wc umum, dll.

Sedikit off topic, yang penting nyambung ke sepeda.

Gue pengen nulis plusminus dari sepeda fixie,

(+)
1. Meningkatkan kreatifitas, karena yang ngebuat harus nentuin warna, merek, dan jenis-jenis dari calon fixie mereka. (E.g.: hmmm... Warna frame putih, sadel merah, stang dropbar pake perban ijo, ban oren, velg kuning aerospoke, crank brainfixed warna pink, dsb)
2. Meningkatkan kreatifitas II, karena kan sepeda fixie banyak triknya, si pengguna bisa ngostumize sendiri trik-trik yang ada.
3. Simpel, keren
4. Memperbanyak teman dari seluruh Jakarta, dari jarfix, Jaringan Fixie, yang belum tentu ada.
5. Dll

(-)
1. Kalo Brakeless dan Unskidable dan ngikutin hipster jadi nggak pake helm, mati
2. Kalo ketemu Anti-Fixie, dibakar
3. Dll

Well, cuman gitu doang restarter post ini, semoga bank-bank Indonesia nggak ada skandal, semoga korupsi berkurang dan bike to work/campus/school bertambah, semoga Justin Bieber selamat pas balik ke Kanada, semoga kasur gue nggak gatel-gatel lagi, semoga fixie gue bisa merubah sadel dan bannya sendiri, semoga tikus diatas rumah gue mati. Amin

Hore!

Ehm, well, here I am. Back to business. Could be serious, could be rubbish. Gue memutuskan untuk kembali ke blogging karena, well, I've got nothing. Nothing to do or to burn, to stare, or to melt. Oke, oke, mungkin gue udah "janji" buat balik pada sebelumnya, tapi jujur, gue amat, sangat, very, tery stroberi, hery, alay, ababil, ferrari, males. It's eating my mind. One thing, though. I'm back, huge. Gue telah menyimpan segudang inspirasi, pengalaman, sukaduka, etc. Doain gue balik (y)

Jumat, Mei 21, 2010

ehm pt, II

well, gue udah lama banget gak posting. Alasans:

1. Sekolah
2. PB
3. Kegiatan
4. yang terakhir, males

Akhir-akhir ini, agak kurang banyak aktivitas yang, bisa dibilang, membosankan. Dan gue, orang-yang-agak-stres-karena-gak-lulus-osis ini males ngebuka internet. So, bagi yang mungkin sering ngeliat blog ini, dan nggak ada update, mungkin bisa buka website lain yang lebih bermanfaat dan tidak menyesatkan.


P.S: Gue nggak update praktikum. Kenapa? Lupa ceritanya.

Kamis, Januari 28, 2010

Praktikum. Serem. pt I

Well, udah lama, nih semenjak terakhir gw post. Ehm, selidik punya untung, gw remed Bahasa Indonesia gara-gara Blog!! *lempar sepeda* Ehm, ngomong-ngomong, udah pada praktikum Biologi belom? Gw udah. dua kali. Gw ceritain yang tadi aja, yak.

Biologi. Pelajaran yang gw suka, karena pembelahannya yang keren. Dari katak, mencit, ikan, sampe mayat. Well, mulailah dari sini, gw meremehkan Biologi pas praktikum pertama, yang disuruh bawa anemon, cacing, jangkrik, sama belalang. Iya, semua itu gw kagak suka. Gw cuma dapet bagian 'mainin' sang korban praktikum Biologi. Ehm, oke, pas pelajaran Biologi Miss Lesi (ada dua guru, yang satu lagi yang jangkrik, dsb), tepatnya tadi, kelompok gw disuruh bawa Ikan Mas, which is good karena pilihan yang lain adalah mencit, dan katak (diacak). Well, gw merasa bisa dalam hal ini, dan iya, gw bisa.

Yang bawa ikan mas adalah Andras, dan orang yang (kurang) beruntung, yaitu gw, Shifa, Harashta, sama Upal, yang mendapatkan kerja sebagai orang yang ber-'eksperimen' terhadap makhluk tersebut. Gw, lengkap dengan masker, jas lab, sarung tangan, dan kacamata pelindung (wow), siap siaga dengan tugas mulia gw.

Airnya harus dibuang, jadi dibuang. Abis itu insangnya ditutup gw sama Harashta. Kita nutupnya seolah-olah tuh hewan menyimpan bom, dan harus menyelamatkan seluruh Nusantara. Ikan itu gerak-gerak, yang menyebabkan Indira juga shock sama ikan, yang mungkin dia takutin (kayak Ramza, tapi gak separah dia). Abis menahan ikan itu, kita mulai membelah. Kata gurunya, jangan mati dulu ikannya, biar bisa liat jantungnya berdetak. Oke, akhirnya gw ngebelah tuh ikan. Pake gunting.

Abis gantian, gw megangin. Tuh ikan gerak-gerak kayak gak bisa napas (ya iyalah). Akhirnya gantian gw yang gunting. Gw gunting dengan asal, dan darah muncrat dari perut ikan. Gw panik, Harashta agak kesel, Upal memasang muka yang biasanya, agak monyong kayak Angga, tapi mendingan. Gw berharap, tuh ikan gak punya karma...

To Be Continued... (ke pt. II)

Rabu, Januari 13, 2010

senjata...


well, seperti yang juragan tau, gw sekarang lagi keranjingan sama Bleach, yaitu petualangan tentang orang idiot bernama Ichigo yang *bla...bla....bla....* Okeh, Ichigo punya pedang, ato zanpakuto, namanya Zangetsu. Jadi, gw otomatis jadi suka sama yang namanya pedang, mengalahkan Kriss Super V (gambar kiri). Well, setelah survey (tsah...) ke seluruh penjuru 7D, gw menemukan beberapa pilihan "senjata" yang mereka mau, jika seandainya punya tuh senjata beneran, dengan pertanyaan gw, yang kampungan, "kalo lu punya senjata, mau yang jarak jauh apa jarak dekat?" Setelah gw didebat, ternyata Shotgun itu jarak dekat, dan kambing jarak jauh.

Faiz: "gw milih sub machine gun"<-- Dia masuk ke jarak deket padahal... Bayu: "crossbow ajah"<- Orang udah ada pistol, dia masih kejebak masa lalu...
Harashta: "piso aja, deh"<-- Ini, lebih idiot, UDAH ADA PEDANG MALAH PILIH PISO
Ifan: "yang penting tembak-tembakan aja"<-- jawaban paling kagak jelas

Baru segitu, sisanya lupha. whew, istirahat selese, gw mau sholat (gw post ini di perpus)

P.S : kiri, ranma. Pedang yang gue mau. Walopun bentuknya kayak piso dapur tumbuh di kebun raya, tapi masih gede

Jumat, Januari 08, 2010

Kenapa gw gak suka sepakbola

Ini.... ehm, mengemukakan perasaan, jadi.. kalo dianggap terlalu melebih-lebihkan, biarkan saja, relakan!

Ini dimulai pas gw masih kelas 3, ekskul bola di sekolah. Tempatnya waktu itu bukan di sekolah, sih. Tapi... mendekati, lah.

Hal yang pertama gw ketahui, di sana pada pake baju bola semua. Sama, pelatihnya bukan Pak Benny/Pak Jamal. weird. Di sana, banyak kakak kelas, yang juga pake baju komplit. Sedangkan gw, cuma pake baju ada tulisan "AC Milan" di tengah baju gw. Nggak ada nomor. Bahannya bukan bahanbajubuatbajubola. Dan yang terpenting, bukan baju yang tepat untuk dipakai ketika sedang ekskul sepakbola.

Diantara debu-debu, ada angin ada kentut, gw ngeliat seorang makhluk (kayaknya manusia terlalu tidak tepat), tepatnya Harris. Ya, itulah hari pertama gw kenal Harris. Dia juga bajunya kayak gw. Well, anyway... Gw katanya disuruh cari baju bola sama sang pelatih. Ok, fine... Gw cari

Setelah gw cari kemana-mana, akhirnya kagak ketemu. Terus, gw dateng lagi, Harris masih pake baju bola nggak jelas (kita sebut saja bbnj). Hari berikutnya, masih. Oke, ketika gw latihan, pasti banyak yang gw kurang bisa. Pas lagi tanding, gw juga paling gagal.

Okeh, akhirnya pada hari ke berapa.... gitu, Harris nggak pake bbnj agi, tapi baju bola beneran. Akhirnya gw merasa terpukul (serius) dan hina (ini kagak). Akhirnya, gw maennya loyo, dan akhirnya males ikut tuh ekskul. Udah jauh, dipecundangi, terhina pula...

Well, itu tadi 50% alasannya. NĂºmero dos, gw terpecundangi, hina (ini beneran), dan dipermalukan di kelas lima (tolong, jangan ingetin).

Ini berawal ketika class meeting kelas lima, dan ada lomba sepakbola. Gw, yang udah nyesel pernah mau main sepakbola, dipaksa ikut sama pak Djoko, karena kapasitas kelas 5D yang bisa main bola cuma dikit, dan gw bukan salah satunya. Well, setelah dipaksa sampe kiamat, akhirnya mau juga.

Udah Hari H, udah mau mulai, Pak Djoko sok bikin taktik kagak jelas. Abis itu, gw jadi back. wew, lumayan, lah. Udah mulai, gw langsung siap. Abis itu ada bola melayang, ditendang Moren, ke arah gw.

Tek.

Bunyi apa itu?


Apa yang terjadi?


Kenapa gw tutup mata?


Gw perlahan buka mata gw......


Gw liat ada bola....


Di tangan gw.


SAMBEL BELIBIS!! INI BOLA SEPAK DI TANGAN GUEEEEEEE!!


Hening.


Hening.


Suara tawa meledak.

Parah. Gw diketawain satu sekolah, guru, kakak-kakak kelas, adek-adek kelas yang masih idiot, yang-suka-ngebersihin-sekolah, dan petugas TU. Gw cuman bisa liat temen gw sama Pak Djoko geleng-geleng kepalanya yang gw yakin bakal putus 100 taun lagi.

Well, bukan cuma itu, sih. Tapi, gw juga gak begitu bisa maen bola....

P.S.: Marmut Merah Jambu keluarnya kapan, ya?