Senin, April 25, 2011

Fixed

Look at the title. Look at it. Familiar? Hmm... Akhir-akhir ini, kata tersebut identikal dengan "Fixed-gear bicycle" atau "Fixie", bersama sesama jenis sepeda custom lainnya, "Torpedo". Menurut gue, seharusnya ini tidak disamakan. Karena, bayangin seorang eksekutif muda, ngomong ke sekertarisnya, "Jadwal hari ini udah fixie?".

Oke, nggak nyambung

The thing is, fixie atau sepeda custom lainnya (Torpedo, Low-rider) udah menguasai jalanan... Di cfd. Gue berpikir, kalo sepedahan gini banyak pas cfd, kenapa nggak bike to work atau bike to school. Kalo misalnya iya, Jakarta yang tadinya "Kota Polusi", jadi "Kota Sepeda" yang, jujur aja, jauh lebih keren. Apalagi sepeda-sepeda custom yang berkeliaran di jalanan, mewarnai setiap tikungan, jalanan, sekolah, kantor, rumah, wc umum, dll.

Sedikit off topic, yang penting nyambung ke sepeda.

Gue pengen nulis plusminus dari sepeda fixie,

(+)
1. Meningkatkan kreatifitas, karena yang ngebuat harus nentuin warna, merek, dan jenis-jenis dari calon fixie mereka. (E.g.: hmmm... Warna frame putih, sadel merah, stang dropbar pake perban ijo, ban oren, velg kuning aerospoke, crank brainfixed warna pink, dsb)
2. Meningkatkan kreatifitas II, karena kan sepeda fixie banyak triknya, si pengguna bisa ngostumize sendiri trik-trik yang ada.
3. Simpel, keren
4. Memperbanyak teman dari seluruh Jakarta, dari jarfix, Jaringan Fixie, yang belum tentu ada.
5. Dll

(-)
1. Kalo Brakeless dan Unskidable dan ngikutin hipster jadi nggak pake helm, mati
2. Kalo ketemu Anti-Fixie, dibakar
3. Dll

Well, cuman gitu doang restarter post ini, semoga bank-bank Indonesia nggak ada skandal, semoga korupsi berkurang dan bike to work/campus/school bertambah, semoga Justin Bieber selamat pas balik ke Kanada, semoga kasur gue nggak gatel-gatel lagi, semoga fixie gue bisa merubah sadel dan bannya sendiri, semoga tikus diatas rumah gue mati. Amin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar